Analisis Berita - Skolastika Puan 2106321033
TUGAS TEKNIK
OBSERVASI & WAWANCARA
ANALISIS
BERITA KOMPAS edisi Senin, 4 Oktober 2021
Nama : Skolastika
Puan Bunga Natalia
NIM/Kelas :
2106321033 / Penerbitan 1B
a.
What
: Apa yang diungkapkan?
Koalisi Selamatkan Anak Indonesia (KSAI) meminta pemerintah mengkaji ulang pembelajaran tatap muka atau PTM terbatas.
b.
Why
: Mengapa KSAI meminta pemerintah mengkaji ulang?
Karena KSAI menilai belajar tatap muka dalam kondisi saat ini berpotensi membahayakan keselamatan dan kesehatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan karena tidak didasarkan pada data epidemiologis yang sahih, perencanaan dan peraturan yang lemah, serta penegakan protokol kesehatan yang tidak maksimal. Serta menurut KSAI pelaksanaan PTM terbatas secara masif mencerminkan bentuk pengabaian negara dalam menjamin perlindungan kesehatan dan keselamatan warga sekolah yang dijamin oleh perundang-undangan dan konstitusi.
c.
Who
: Siapa saja yang terlibat dalam penyampaian pendapat ini?
- KSAI, Charlie albajili (dari LBH)
Iman Zanatul Haeri (dari Perhimpunan Pendidikan dan Guru)
Presiden Joko Widodo, Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri
d.
When
: Kapan pendapat-pendapat ini diungkapkan?
- Pada Minggu, 3 Oktober 2021 Charlie Albajili dari LBH mengungkapkan pendapatnya mengenai PTM terbatas.
KSAI mengungkapkan pendapatnya kepada pemerintah pada hari Senin, 4 Oktober 2021.
- Mendikbud Ristek, Nadiem Anwar Makariem mengatakan tentang PTM pada hari Selasa, 28 September 2021.
e.
Where
: Dimana pendapat diungkapkan?
-
Charlie
Albajili, Nadiem Anwar Makariem, Iman Zanatul Haeri mengungkapkan pendapatnya
nya di Jakarta.
- KSAI meminta pemerintah mengkaji ulang PTM terbatas yang mulai dilaksanakan di sekolah seluruh Indonesia.
f.
How
: Bagaimana pendapat diungkapkan?
-
KSAI
meminta pemerintah mengkaji ulang pembelajaran tatap muka atau PTM terbatas ini
dengan mengirimkan surat tuntutan dalam format kertas kerja (position paper)
tentang desakan untuk meninjau ulang PTM terbatas.
-
Charlie
Albajili dan Iman Zanatul Haeri mengungkapkan pendapatnya berdasarkan hasil
riset dan data dari IDI, Persatuan Guru Republik Indonesia
- Nadiem Anwar Makariem mengungkapkan pendapatnya melalu gelar wicara #BangkitBareng yang digelar Republika.co.id
2. ‘’Vaksinasi Percepat Pengendalian Pandemi di DKI Jakarta’’ : sumber berita berasal dari pendapat
a.
What : Apa yang terjadi?
Pengendalian pandemic COVID-19 di Provinsi DKI Jakarta, terutama setelah gelombang kedua yang lalu, menampakkan hasil yang diharapkan. Cakupan vaksinasi berkontirbusi besar.
b.
Who
: Siapa saja yang terlibat dalam penyampaian pendapat ini?
-
Kepala
Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta : Widyastuti
- Epidemiolog Griffith University Australia : Dicky Budiman
c.
Why
: Mengapa Vaksinasi mempercepat Pengendalian Pandemi di DKI Jakarta?
Karena pada manajemen infeksi maupun manajemen pengobatan berkontribusi besar dan pemberian vaksinasi gencar diupayakan dan dimudahkan untuk masyarakat melalukan vaksinasi sehingga pandemi di DKI Jakarta mudah dikendalikan.
d.
When
: Kapan pendapat ini diungkapkan?
Pendapat oleh Widyastuti, Dicky dan hasil riset Litbang Kompas disampaikan pada bulan September 2021.
d.
Where
: Dimana pendapat diungkapkan?
Di DKI Jakarta
e.
How
: Bagaimana cara pemerintah mencapai
vaksinasi dapat mengendalikan pandemi di DKI Jakarta?
Dengan mempermudah akses, pendaftaran vaksinasi dari
dan menambah tim vaksinator. Sentra vaksinasi didekatkan kepada masyarakat
melalui vaksinasi mobile, mobil vaksinasi keliling, serta menggencarkan
vaksinasi berbasi komunitas dan tempat umum. Dan mempermudah pendaftaran
vaksinasu dengan system daring terpadu melalui aplkasi Jakarta Kini (JAKI).
1. 3. “DKI
usut Parasetamol di Teluk Jakarta’’ : sumber berasal dari peristiwa
a.
What
: Apa yang terjadi?
Konsentrasi Parasetamol cukup tinggi di Teluk Jakarta.
b.
Who
: Siapa yang terlibat dalam peristiwa ini?
-
Dinas
Lingkungan Hidup DKI Jakarta
- Pelaksana
Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Syaripudin
- Kepala
Seksi Penyuluhan dan Hubungan Masyarakat Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta,
Yogi Ikhwan
-
Wakil
Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria
-
Peneliti
Badan dan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
- Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia DKI Jakarta, Tubagus Soleh Ahmadi
c.
When
: Kapan peristiwa atau hasil penelitian ini terjadi?
Pengambilan sampel air laut dilakukan pada Sabtu, 2 Oktober 2021
d.
Where
: Dimana peristiwa ini terjadi?
Peristiwa ini terjadi di Teluk Jakarta
e.
Why
: Mengapa peristiwa ini terjadi?
Parasetamol di perairan Teluk Jakarta dapat berasal dari tiga sumber, yaitu ekskresi akibat konsumsi masyarakat yang berlebihan, rumah sakit dan industrial farmasi
f.
How
: Bagaimana penanggulangan atau upaya untuk mengatasi peristiwa ini?
Walhi DKI Jakarta berupaya meminta Pemprov DKI Jakarta
untuk mendalami temuan BRIN dan mengkaji lebih luas dampak yang ditimbulkan
pada ekosistem Teluk Jakarta, mengevaluasi segera dan memonitor semua fasilitas
kesehatan di Ibu Kota dalam hal penanganan limbah, serta membuka kepada publik
rencana revitalisasi dan hasil pemantauan secara berkala kepada public.
Komentar
Posting Komentar