TOW Analisis Berita Koran Kompas (Senin, 4 Oktober 2021) - Maulida Alfi Syahrani

Maulida Alfi Syahrani

Bersumber dari Koran Kompas (Senin, 4 Oktober 2021)

Berita I

Akademi di TNI Beradaptasi Hadapi Gen Z

Jakarta – Generasi Z beberapa tahun terakhir telah menjadi taruna di akademi-akademi Tentara Nasional Indonesia. Tiga akademi di TNI juga beradaptasi dalam mendidik taruna dari generasi Z, yang memiliki karakteristik berbeda dari generasi taruna tahun 1980-an dan 1990-an: kritis dan punya kecerdasan digital mumpuni.

Saat ini, di masyarakat, ketertarikan menjadi tentara masih tinggi. Jajak pendapat Litbang Kompas, 21-22 September 2021, yang melibatkan 503 koresponden di 34 provinsi menunjukkan 62,3 persen koresponden tertarik menjadi anggota TNI. Namun, jika dipilah berdasarkan generasi, terlihat presentase ketertarikan tertinggi berurutan berasal dari generasi X (40-55 tahun), Y (24-39), dan Z (17-23).

Analisis berita :

Sumber :

Berasal dari manusia, yakni wawancara Kompas dengan beberapa narasumber dan jajak pendapat yang melibatkan 503 koresponden. Maka sumber berita ini merupakan fakta pendapat.

What :

Akademi militer TNI berupaya beradaptasi dengan generasi Z yang dinilai memiliki karakteristik berbeda dari generasi sebelumnya.

Where :

Akmil Magelang, AAL Surabaya, dan AAU Sleman.

When :

September 2021

Who :

Gubernur, sejumlah pengajar, dan taruna dari tiga akademi militer di Indonesia, dan juga para koresponden jajak pendapat.

Why :

Karena generasi z dinilai memiliki karakteristik yang berbeda.

How :

Untuk beradaptasi dengan taruna generasi Z, tak hanya faktor fisik yang diperhitungkan, namun faktor mental juga diperhatikan. Sejak 2020, Akademi Militer menerapkan program tanpa penyiksaan (zero torture). Mereka mengataakn bahwa taruna saat ini harus dibuat berani berpendapat dan beragumen. Karena itu, proses pendidikan militer kini tak hanya berisi penyampaian doktrin, namun dibuka sesi tanya jawab agar para taruna dapat mengkritisi apa yang dilakukannya. Hal ini juga dibarengi dengan peningkatan proposi akademis mencapai 70 persen, ditambah 15 persen jasmani dan 15 persen kepribadian.

 

 

Berita II

Papua Terus Bersolek

Merauke – Pembangunan pos lintas batas negara atau PLBN terpadu diharapkan menjadi salah satu pengungkit perekonomian di wilayah perbatasan Papua. Pada saat yang sama, konektivitas wilayah juga ditingkatkan.

Saat meresmikan PLBN, Sota di Merauke, Papua, Minggu (3/10/2021), Presiden Joko Widodo mengingatkan, kawasan perbatasan merupakan beranda depan wilayah Indonesia yang mewakili wajah bangsa. Karena itu, perbatasan harus terus dibangun dan merepresentasikan kemajuan bangsa.

Analisis berita :

Sumber :

Berasal dari manusia, yakni pernyataan Presiden Joko Widodo pada saat meresmikan PLBN Sota di Merauke, Papua. Maka sumber berita ini merupakan fakta pendapat.

What :

Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Papua terus dibenahi.

Where :

Merauke, Papua.

When :

Minggu, 3 Oktober 2021

Who :

Presiden Joko Widodo, Ketua DPR, Menko Polhukam, Mendagri, Menteri PUPR, Menteri Investasi, Bupati Merauke dan Bupati Asmat.

Why :

Dengan harapan dapat meningkatkan perekonomian di wilayah perbatasan Papua.

How :

PLBN memiliki fasilitas baik fasilitas umum, sosial, maupun komersial. Selain fasilitas pemeriksaan imigrasi, ada juga mes pegawai, tempat ibadah, jalur pedestrian, dan area parkir. PLBN dirancang menjadi episentrum pengembangan kawasan perbatasan dari sisi pertahanan keamanan, ekonomi, dan sosial budaya. Delapan bulan terakhir, barang yang diperdagangkan berupa kebutuhan sehari-hari, produk pertanian, perkebunan, dan tanaman pangan, juga barang elektronik, suku cadang kendaraan dan sepeda. Sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, kawasan ini memiliki potensi karena memiliki aktivitas perdagangan, terutama dengan wilayah Western Province, Papua Niugini.

 

 

Berita lll

Vaksinasi Percepat Pengendalian Pandemi di DKI Jakarta

Jakarta – Kota Jakarta sempat disebut sebagai episentrum pandemi di Indonesia. Namun, sekarang provinsi ini justru menjadi salah satu yang paling sukses mengendalikan pandemi. Keberhsilan itu bisa dilihat dari antara lain menurunnya jumlah kasus positif, dan tingkat keterisian tempat tidur.

Baik manajemen infeksi maupun manajemen pengobatan berkontribusi besar terhadap pengendalian Covid-19 di Jakarta. Per akhir September 2021, cakupan vaksinasi sudah mencapai lebih dari 93%. Program vaksinasi telah dilakukan di seluruh Kabupaten/Kota di DKI Jakarta. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta  Widyastuti mengungkapkan, seluruh vaksin yang disediakan oleh pemerintah ini telah melewati serangkaian uji klinis, telah dinyatakan aman dan berkualitas.

Analisis berita :

Sumber :

Berasal dari peristiwa, yakni pernyataan pengendalian pandemi covid-19 di provinsi DKI Jakarta. Maka sumber berita ini merupakan fakta peristiwa

What :

DKI Jakarta mempercepat pengendalian vaksinasi di masa pandemi covid-19 ini.

Where :

DKI Jakarta

When :

6 September 2021

Who :

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Widyastuti

Why :

Vaksinasi mennjadi salah satu kuncinya. Cakupan vaksinasi sudah mencapai lebih bdari 93%. Ini juga menjadikan DKI Jakarta sebagai provinsi dengan capaian vaksinasi tertinggi.

How :

Program vaksinasi pun telah dilakukan di seluruh kabupaten atau kota di DKI Jakarta. Varian vaksin yang digunakan adalah Sinovac, AstraZeneca, Moderna, dan Pfizer. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta Widyastuti mengungkapkan, seluruh vaksin yang disediakan pemerintah telah melewati serangkaian uji klinis serta telah dinyatakan aman dan berkualitas. Strategi percepatan pemberian vaksinasi gencar diupayakan. Caranya, lanjut Widyastuti, antara lain dengan mempermudah akses, pendaftaran vaksinasi daring, dan menambah tim vaksinator.
Sebagai tambahan informasi, saat ini, pengendalian pandemi Covid-19 di DKI Jakarta secara umum sudah cukup baik.


Komentar