TOW Salma J 2106321043

 JAKARTA--“Pasar Ar-Riyadh, pasar tradisional, Jakarta-Selatan, Jl. Tegal Parang Utara IV, RT.16/RW.4, Mampang Prapatan, Rabu (13/10). Pasar yang mempunyai dua akses jalan masuk yang berdaerah pemukiman warga dan juga bertepatan dengan masjid, lahan parkir memadai khusus pengendara motor pada saat pagi hari. Dengan harga parkir sekitar Rp.2.000. 

 

Asal-usul terbentuk nya pasar Ar-Riyadh di ceritakan oleh salah satu warga asli daerah sekitar, Marta Hidayat (42) “pasar ini bukan pasar pada umum nya, melainkan pasar kaget yang para pendatang untuk tinggal di sekitaran dan menawarkan berupa sayuran dan buah buahan yang berasal dari kampung halaman nya, untuk membantu pasokan. dikarena kan lokasi pasar yang terjangkau oleh masyarakat sekitar maka di jadikan sebuah pasar alternatif. karena semakin banyak nya pendatang yang berdatangan menjual berbagai macam alat rumah tangga, bahan pokok dan semacamnya. maka di tetapkanlah dengan sebutan “pasar” dengan jam operasional yang bebas dari pagi hingga malam dan di bentuk tanpa terfasilitasi.” -ujar nya

 

Dari pengamatan hari rabu (13/10/2021) dapat dilaporkan, daerah pasar dikelilingi banyak penjual bahan pokok, seperti sayur-sayuran, daging sapi, ikan, buah-buahan, dan lain-lainnya. Ada beberapa bahan pokok menaik. Daging ayam bertambah Rp.5.000, harga sebelum nya Rp.35.000 menjadi Rp.40.000. Harga satuan ikan mujair mulai dari Rp.17.000 menjadi Rp.20.000. 

 

Sore hari pukul  16:00 situasi disaat sore hari, terpantau sepi. penjual bahan pokok sudah mulai berkurang dan berganti dengan beberapa toko, warung, dan penjual makanan cepat saji. 

 

Menemukan beberapa puing-puing sampah yang berserakan, mulai dari masker, plastik, dan ‘sterofom’. Banyak anak kecil lalu-lalang untuk bermain tanpa menggunakan masker. (Salma Jauza).

Komentar