Tugas TOW Menulis Berita Peristiwa_Corriena Anace Lembong

 Suasana Pasar Malam Kebayoran Lama


JAKARTA – Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan dikenal dengan pasar malam hari. Pasar yang terletak di pinggir jalan raya, pada malam hari ini tetap ramai pembeli dan aktifitas jual beli bahan baku pangan dan sayuran. Meskipun di masa PPKM level 3 DKI Jakarta, para pedagang dan penjual sayur tetap berjualan secara normal.

Pasar Kebayoran Lama di Jakarta Selatan dikenal dengan pasar malam hari, karena baru mulai buka ketika sore hari sekitar pukul 16.00WIB dan berakhir pukul 04.30WIB  setiap hari.

            Dari pengamatan hari Senin (13/10/2021) kondisi pasar kebayoran sendiri cukup ramai pengunjung tetapi masih terkendali dan masih bisa untuk dilewati kendaraan motor, mobil, angkot, ataupun bajaj dengan leluasa. Biasanya ketika malam hari pasar kebayoran tidak bergerak atau macet karena jalanan dipenuhi oleh kendaraan dan orang berbelanja.

            Dikarenakan pasar berada di sisi jalan raya dan lokasi yang dekat dengan Stasiun Kebayoran, maka tak heran jika selalu saja terjadi kemacetan di sekitar pasar. Karna terdapat banyak Pedagang di pinggir rel kereta api, dekat Stasiun Kebayoran Lama. Ditambah banyaknya kendaraan yang berhenti untuk berbelanja seperti motor yang berhenti di pinggir jalan, ataupun angkot yang menunggu penumpang atau ngetem. Yang mengakibatkan terjadi antrean panjang.

Para warga menyerbu pasar tersebut untuk membeli berbagai kebutuhan seperti sayuran segar, buah, bermacam bumbu dapur, hingga ikan, ayam dan daging sapi bisa dibeli dengan harga relatif lebih murah. Walaupun malam hari kondisi pasar cukup terang karena para pedagang sudah memasangkan lampu di setiap dagangan mereka. Kondisi pasar juga cukup baik, dan lengkap.

Walaupun sudah ada pelonggaran PPKM sebagian pedagang masih mengabaikan aturan protokol kesehatan seperti tidak memakai masker. Para pengunjung juga masih banyak yang tidak menerapkan protokol kesehatan seperti tidak memakai masker dan berkerumun. (Corriena Anace Lembong)

Komentar